Trik Menentukan Uji Beda Menggunakan Platform SPSS,
Penelitian
Uji Beda (Independent Sample T-Test) Dan Hasil Tes
Kecemasan
Menulis Kelas XI
Uji Beda merupakan suatu teknik analisis statistik yang berguna untuk
meliha huubungan antar variabel. Uji beda digunakan untuk
menentukan perbedaan yang signifikan antara keadaan sebelum dan sesudah suatu
perlakuan, dan untuk menguji apakah terdapat perbedaan diantara dua buah
sampel. Uji beda juga dapat digunakan untuk melihat pengaruh dari suatu perlakuan.
Dalam suatu
kasus penelitian, kita sering dihadapkan dengan hubungan antara variabel bebas yang
bersifat kategori atau skala nonmetrik dan variabel terikat yang bersifat
kontinyu atau berskala interval/rasio. Teknik analisis yang cocok dengan kasus
ini bergantung jumlah kategori variabel bebas.
Pengantar teori
Jika variabel bebas memiliki 2 kategori, maka uji
statistik yang cocok digunakan adalah uji beda t-test. Adapun jika berkategori
lebih dari 2 maka uji statistik yang cocok digunakan adalah analisis of
variance (Anova). Namun jika variabel terikat lebih dari satu maka yang cocok
diugunakan adalah multivariate analysis of variance
(Manova) (Ghozali,2013:63)
menurut (Feng et al., 2017) uji-t untuk sampel independen adalah sejenis
statistik inferensial parametrik (uji diferensial atau uji perbandingan). Uji-t
satu sampel terutama digunakan untuk mem- bandingkan rata-rata sampel dengan
rata-rata populasi tertentu.
Menurut Santoso (2008:211) bahwa pada dasarnya uji dua sampel adalah ingin
mengetahui apakah ada perbedaan rata-rata (mean) antara dua populasi, dengan
melihat rata-rata dua sampelnya.
Kasus
:
Seorang
peneliti, melakukan penelitian tentang “kecemasan siswa dalam menulis”.
penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah ada perbedaan yang signifikan
anatara kecemasan menulis siswa di kelas A dengan kelas B. berikut ini tabel
daftar rekapitulasi hasil tes kecemasan menulis kelas A dan kelas B.
Daftar
Rekapitulasi Hasil Tes Kecemasan Menulis Kelas A dan Kelas B
|
No. |
Skor Kelas A |
No. |
Skor Kelas B |
Kode Kelas A |
Kode kelas B |
|
1 |
76 |
1 |
71 |
1 |
2 |
|
2 |
84 |
2 |
76 |
1 |
2 |
|
3 |
94 |
3 |
64 |
1 |
2 |
|
4 |
84 |
4 |
71 |
1 |
2 |
|
5 |
94 |
5 |
64 |
1 |
2 |
|
6 |
87 |
6 |
64 |
1 |
2 |
|
7 |
94 |
7 |
71 |
1 |
2 |
|
8 |
84 |
8 |
54 |
1 |
2 |
|
9 |
94 |
9 |
76 |
1 |
2 |
|
10 |
84 |
10 |
84 |
1 |
2 |
|
11 |
94 |
11 |
76 |
1 |
2 |
|
12 |
96 |
12 |
84 |
1 |
2 |
|
13 |
94 |
13 |
76 |
1 |
2 |
|
14 |
87 |
14 |
64 |
1 |
2 |
|
15 |
64 |
15 |
76 |
1 |
2 |
|
16 |
84 |
16 |
94 |
1 |
2 |
|
17 |
87 |
17 |
64 |
1 |
2 |
|
18 |
87 |
18 |
71 |
1 |
2 |
Langkah-Langkah Uji
Independent Sampel t-test (SPSS v.20)
- Dari
halaman utama SPSS klik File-Open-Data untuk mengaktifkan
file
- Pilih/klik
file lalu Ok
- Untuk memudahkan dalam proses uji, maka silahkan masuk pada variabel view SPSS kemudian masukan nilai 1 pada values dan kelas A pada Labels lalu add begitu pula untuk kelas B masukan nilai 2 pada values dan KELAS B pada Labels
- Pada
menu utama SPSS (Data View) klik Analyze - Compare Means -
Independent Sampel T Test
- Dalam contoh ini, masukan variabel hasil
tes kecemasan menulis
- Masukan kelas ke kolom Grouping Variable
- Klik Define Groups, namun
jika belum aktif, klik dulu kotak Define Groups sampai
berwarna kuning, lalu klik kembali Define Groups
- Isikan angka 1 di Group 1 kemudian
isikan angka 2 di Group 2 untuk
menandai bahwa ada 2 sampel indepenent yaitu kelas A dan kelas B,
lalu Ok hasilnya tampak seperti ini:
Analisis Output :
Analisis Output Pertama
Pada Group Statistics
Pada Hasil tes kecemasan menulis dan kolom mean
terlihat rata-rata Hasil tes kecemasan menulis kelas A 85.7241 sedangkan rata-rata rata-rata Hasil
tes kecemasan menulis kelas B 70. 5517.
Terlihat
bahwa dari karakteristik hasil tes kecemasan menulis kelas A dan kelas B
memiliki rata-rata yang berbeda.
Untuk melihat apakah perbedaan tersebut memang nyata (signifikan) secara
statistik maka kita perlu melihat output bagian kedua (Independent sample
t-test)
Analisis
Output Kedua Pada Independent Sample T-Test
Ada
dua tahapan analisis yang harus dilakukan pada bagian kedua ini yaitu:
1.
Menguji
dahulu asumsi apakah variance populasi kedua sampel tersebut
(laki-laki dan perempuan) adalah sama (equal variance assumed) ataukah
berbeda (equal variances not assumed)
2.
Setelah
mengetahui apakah variance sama atau tidak, baru kemudian
melihat nilai t-test untuk menentukan apakah terdapat perbedaan nilai rata-rata
secara nyata (signifikan) atau tidak
Hipotesis
uji masing-masing variabel sebagai berikut:
HO:
Variance populasi hasil tes kecemasan menulis antara kelas A dengan kelas B
adalah sama
H1:
Variance populasi hasil tes kecemasan menulis antara kelas A dengan kelas B
adalah beda.
Pengambilan
Keputusan:
Jika
probabilitas > 0,05, maka H0 tidak dapat ditolak jadi variance sama
Jika probabilitas < 0,05, maka H0 ditolak jadi variance berbeda
Hasil Analisis
Terlihat
pada tabel kedua (independent samples test) pada variabel hasil tes kecemasan
menulis nilai F hitung Levence test sebesar 0,015 memiliki probabilitas (sig.)
lebih besar dari 0,05 (0,903>0,05) maka disimpulkan H0 tidak dapat
ditolak. Dengan demikian analisis uji beda (t-test) harus menggunakan
asumsi equal variance assumed. Nilai t pada equal
variance assumed sebesar 6, 368 dengan probabilitas signifikansi
<,001(<,001<0,05)(two tail). Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata
hasil dari tes kecemasan menulis kelas A dengan rata-rata hasil dari tes
kecemasan menuli kelas B adalah beda
(berbeda secara signifikan)
Demikian cara melakukan uji beda atau independent sample t-test. Mudah bukan?! bagi sahabat yang ingin berbagi komentar silahkan kirimkan di kolom komentar. Bagi yang ingin berlangganan silahkan kirimkan emailnya. Terima kasih atas kunjungannya, semoga apa yang penulis jelaskan di atas memberikan manfaat bagi sahabat sekalian. Wassalam.

Komentar
Posting Komentar